Strategi Penting: Gagal Perkosa Atlet Karate, Tukang Ojek Babak Belur lalu Pura-Pura Hilang Ingatan
Gagal Perkosa Atlet Karate, Tukang Ojek Babak Belur lalu Pura-Pura Hilang Ingatan
Kasus pencurian serta pemerkosaan yang terjadi di dua lokasi berbeda menghebohkan masyarakat. Di satu sisi, seorang tukang ojek di Lubuklinggau Timur, Sumatra Selatan, ditangkap polisi setelah gagal memperkosa atlet karate. Di sisi lain, turis asal Tiongkok di Bali menjadi korban serangan yang mengakibatkan trauma serius.
Minggu (1/3) malam, pelaku pencobaan pemerkosaan di Lubuklinggau mengambil kesempatan saat memberi tumpangan kepada seorang perempuan. Dalam perjalanan, ia menghentikan kendaraan di area yang sepi dan melakukan tindakan kejahatan. Namun, korban yang ternyata adalah atlet karate mampu menolak serangan tersebut, bahkan mengalahkan pelaku hingga babak belur.
“Benar, pelaku sudah kami amankan, tapi sikapnya seperti ODGJ,” kata Kasatreskrim Polres Lubuklinggau AKP M Kurniawan Azwar, Jumat (6/3).
Setelah korban melaporkan kejadian, petugas melakukan penyelidikan intensif hingga menangkap pelaku Rabu (4/3) malam saat ia mencari penumpang. Saat diperiksa, tersangka menunjukkan sikap aneh dengan berpura-pura lupa akan perbuatannya. Ia mengubah perilaku seperti orang yang mengalami gangguan jiwa.
Di Bali, peristiwa serupa terjadi di Perumahan Cengkareng Indah, Badung, pada Selasa, 24 Desember 2024. Seorang turis berinsial JT diduga menjadi korban pemerkosaan oleh pelaku yang merupakan mantan atlet MMA dari Solo. Korban mencoba berlari kecil ke wilayah Jimbaran, tetapi pelaku mengejarnya hingga kejadian berakhir dengan korban trauma.
Pelaku di Bali sempat kabur menggunakan travel ke rumah pamannya di Pasuruan, Jawa Timur. Saat itu, ia merampas barang berharga korban seperti ponsel dan uang, sementara sepeda motor korban tetap bisa dijaga setelah kunci dibuang secara diam-diam.
Polisi menegaskan bahwa meski pelaku menunjukkan tanda-tanda amnesia, tim investigasi tetap akan memeriksa kondisi kejiwaannya. “Jika tidak terbukti ODGJ, kasus hukumnya tetap diproses sesuai aturan,” tambahnya.
Beberapa Fakta Terkait Kasus
Dalam pengungkapan terbaru, pihak kepolisian mengungkap bahwa korban di Bali terlebih dahulu dicekoki minuman keras agar proses mentato tidak sakit. Dugaan kejadian ini menyebar cepat melalui media sosial, memicu reaksi publik.
Sementara itu, Ford RMA Indonesia meresmikan Ford Experience Center di Sunter sebagai bagian dari strategi ekspansi perusahaan. Fasilitas multifungsi ini diharapkan meningkatkan keterlibatan konsumen.
Di sisi lain, KPK menyebutkan bahwa seseorang yang diduga terlibat dalam kasus uang haram adalah suami dari Fadia, Mukhtaruddin Ashraff. Tahun 2025 dinilai sebagai tantangan besar bagi industri pembiayaan. Ammar Zoni juga mengatur siapa saja yang boleh memberi pernyataan kepada media untuk menjaga ketenangan mentalnya menjelang sidang tuntutan.