Marinir AS Tembaki Pengunjuk Rasa di Pakistan – 10 Orang Tewas

Marinir AS Tembaki Pengunjuk Rasa di Pakistan, 10 Orang Tewas

Di depan Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan, terjadi bentrokan berdarah yang menyebabkan setidaknya 10 korban jiwa, menurut laporan Kompas.com. Peristiwa ini terjadi setelah para demonstran mencoba menyerbu area konsulat dan mendorong gerbang utama, yang memicu aksi pengamanan oleh Marinir AS.

Berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit setempat, jumlah kematian mencapai minimal 10 orang. Aksi tembakan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran batas keamanan yang terjadi saat massa berkumpul di dekat bangunan konsulat.

Penyebab Gelombang Protes

Konflik yang memanas di Karachi dipicu oleh serangan gabungan antara AS dan Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari 2026. Dalam kerumunan, terlihat sejumlah pengunjuk rasa membawa bendera Hizbullah, seperti dilansir Wall Street Journal.

“Para Marinir mengikuti pelatihan mereka dan melepaskan tembakan sebagai akibat dari pelanggaran tersebut,” ujar salah satu pejabat AS.

Sebelumnya, laporan tentang Marinir AS menembaki massa juga diterbitkan oleh Reuters. Saat ini, kondisi di sekitar lokasi masih dalam pengawasan ketat oleh pihak berwenang.

Transaksi yang Diduga Besar

Di luar insiden di Karachi, ada informasi tambahan tentang eks pilot Marinir AS yang ditahan di Australia. Ia dituduh melakukan pelatihan militer bagi Angkatan Udara Tiongkok dan kini sedang mengajukan banding terhadap keputusan itu.

Marinir AS baru saja tiba di Los Angeles, dengan misi yang belum diungkapkan secara rinci. Kedatangan mereka terkait berbagai aktivitas diplomatik dan militer yang sedang berlangsung saat ini.