Kebanjiran Bantuan Ternak, Tapi Apa Benar? Ini 2 Hoaks yang Kini Marak di Medsos Pernahkah Anda mendapat informasi menarik di media sosial, seperti bantuan hewan ternak dari pemerintah? Tapi ternyata, ada yang tak kalah menarik—penipuan berkedok bantuan ternak yang kini marak di jagat maya. Dengan tampilan yang terkesan profesional dan promosi yang menggiurkan, berbagai akun di Facebook dan Instagram kerap mengirimkan link dan poster yang menipu masyarakat. Apakah bantuan tersebut benar? Atau justru menjadi sarana penipuan yang menguras waktu dan data pribadi Anda? Bantuan Bibit Ayam: Tips Tersembunyi dalam Tautan Palsu Di tengah isu kenaikan harga daging ayam yang menyengat, seorang warga bernama Dian mendapati postingan yang mengaku menyediakan bantuan bibit ayam dari Kementan. Tautan yang disertakan terlihat simpel, dengan label “Program Pemerintah Tahun Anggaran 2025” dan janji bantuan terjangkau. Tapi, bagaimana jika itu hanya tipuan? “_PROGRAM PEMERINTAH TAHUN ANGGARAN 2025, BANTUAN BIBIT AYAM UNTUK SELURUH WILAYAH INDONESIA! INFORMASI JENIS BIBIT AYAM DI BAGIKAN KE 30 PROVINSI 412 KABUPATEN 15.200 KECAMATAN SELANJUTNYA DAN CARA DAFTAR MENDAPATKAN BIBIT AYAM, KLIK LINK TAUTAN TERSEDIA, https://pendaftaranonline.jattusi.com/ TERIMA KASIH SEMOGA DAPAT BERMANFAAT ✌🙏” Berkat postingan Dian, tim Cek Fakta Liputan6.com mengungkap kebenaran tautan tersebut. Situs yang muncul setelah diklik ternyata menawarkan pendaftaran dengan isian identitas lengkap, mulai dari nama hingga nomor Telegram. Hal ini mengingatkan kita bahwa bantuan pemerintah sering menjadi target penipuan, terutama saat situasi ekonomi memburuk. Program Bantuan Sapi: Tautan Palsu yang Tak Terduga Dua minggu kemudian, Dian kembali terkejut saat menemukan unggahan serupa di Facebook, tapi kali ini mengaku menawarkan bantuan sapi. Poster yang muncul mengusung judul besar: “PEMBAGIAN HEWAN TERNAK SAPI UNTUK WARGA YANG BERADA DI PEDESAAN DI SELURUH INDONESIA” dan menyertakan janji gratis tanpa biaya tambahan. Yang menarik, tautan untuk pendaftaran justru berbeda, yakni https://mendaftardisini.aqbiir.com/. “Direktorat jenderal peternakan dan kesehatan hewan (Kementan RI) membagikan bantuan dan modal usaha untuk seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada. Adapun bantuan dan modal usaha yang dibagikan yaitu : PEMBAGIAN HEWAN TERNAK SAPI UNTUK WARGA YANG BERADA DI PEDESAAN DI SELURUH INDONESIA, PAKAN HEWAN DAN BEBERAPA ALAT PETERNAKAN. Catatan: GRATIS TIDAK DI PUNGUT BIAYA APAPUN (BERLAKU UNTUK SELURUH WILAYAH INDONESIA). Jika Ingin daftar Silahkan Langsung klik :” Beberapa pembaca mungkin langsung percaya, terutama jika tidak mengecek detailnya. Tapi fakta menunjukkan bahwa tautan ini tidak terhubung langsung ke program resmi Kementan. Sebaliknya, halaman yang muncul adalah platform pendaftaran pihak ketiga, yang mengharuskan pengguna memasukkan data pribadi. Bayangkan jika tidak hati-hati, Anda bisa kehilangan informasi sensitif hanya karena percaya pada promosi yang terlihat keren. Jangan Terburu-Buru, Semua Bantuan Pemerintah Memang Ada Kementan memang sedang menyalurkan berbagai program bantuan ternak, tapi itu dilakukan melalui jalur resmi. “Masyarakat jangan mudah percaya pada akun mencurigakan atau tautan yang tidak resmi,” kata juru bicara Kementan, menegaskan bahwa semua pendaftaran bantuan harus melalui situs kementerian. Tapi, bisa jadi Anda sudah terjebak dalam jaring penipuan yang mengiming-imingi keuntungan tanpa usaha. Hoaks ini juga mengingatkan kita betapa pentingnya kritis terhadap informasi viral. Sebelum memasukkan data, selalu cek apakah link tersebut benar-benar dari sumber terpercaya. Jika terlalu mudah, bisa jadi ada yang ingin memanfaatkan kepercayaan Anda. So, jangan lupa: kebaikan bisa datang dari sumber yang benar, tapi juga bisa menipu dengan sengaja.
Momen Bersejarah: Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran Undian Berhad…
Hoaks Undian Berhadiah Bank Jateng: Ternyata Bukan Beneran! Nah, kamu pernah nggak tergiur tawaran hadiah yang terlalu menggiurkan? Coba bayangkan, jika ada tautan berisi pesan “Ayo buruan daftar Panen Hadiah 2025 Bank Jateng” yang beredar di media sosial, apakah langsung kamu percaya dan klik? Ternyata, ada satu kasus hoaks yang bisa membuat nasabah menjadi korban penipuan dengan tawaran yang terdengar sangat menarik, tapi justru memicu risiko serius. Post Instagram yang Mengundang Kebohongan Berawal dari sebuah unggahan di Facebook pada 15 Desember 2025, sebuah akun membagikan tautan pendaftaran undian berhadiah yang mengaku dari Bank Jateng. Pesan yang ditulis dengan gaya menarik menggambarkan kesempatan untuk memperoleh hadiah besar, seperti 60 tiket umroh gratis, mobil Pajero Sport, dan ponsel iPhone 15 promax. Tapi, apakah ini benar-benar dari bank? Hmm, jelas ada kejanggalan. “Penipuan mengatasnamakan Bank Jateng masih marak terjadi. Yuk lebih teliti sebelum bertindak ⚠️ Modusnya seperti ini: 1️⃣ Korban menerima pesan yang mengatasnamakan Bank Jateng 2️⃣ Diminta klik tautan atau mengirim data pribadi 3️⃣ Pesan terlihat meyakinkan dan dibuat seolah mendesak 4️⃣ Saat data dikirim atau link diklik, akun bisa disalahgunakan Pastikan informasi hanya melalui kanal resmi Bank Jateng.” Bukan hanya pesan yang menipu, tautan dalam post itu juga mengarah ke situs web yang bukan milik Bank Jateng. Di sana, korban diminta memasukkan data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram. Ternyata, ini bisa menjadi pintu masuk untuk pencurian data dan menghubungkan nasabah ke pinjaman online ilegal. Jadi, apa yang terjadi jika kita terjebak? Verifikasi dan Peringatan dari Bank Jateng Menanggapi kejadian tersebut, Cek Fakta Liputan6.com langsung melakukan penelusuran ke akun resmi Bank Jateng di Instagram, @bankjateng. Akun yang sudah bercentang biru dan terverifikasi memberi peringatan bahwa mereka tidak pernah meminta data pribadi nasabah melalui media sosial. “Hati sudah senang, eh ternyata penipuan! 😟 Jangan mudah terkecoh dengan modus yang mengatasnamakan Bank Jateng, Sahabat BIMA.” “Pastikan akun sosial medianya resmi, karena Bank Jateng tidak pernah meminta data pribadi nasabah.” Peringatan ini disertai dengan unggahan serupa pada 20 November 2025. Dengan menyoroti kejadian serupa, Bank Jateng menegaskan komitmennya untuk melindungi nasabah dari penipuan. Tapi, berapa banyak masyarakat yang masih percaya pada tautan yang terlihat “mendesak” dan “membuatkan” rasa senang? Kami Ada di Sini untuk Melawan Pembodohan Sekarang, kamu tahu bahwa tautan tersebut hanyalah hoaks. Tapi, ini bukan berita terakhir. Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dengan International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com, yang selalu berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kritis dan waspada. Apakah kamu masih ragu? Jika ada informasi seputar hoaks yang ingin kamu telusuri, jangan ragu untuk mengirimkan ke email cekfakta.liputan6@kly.id. Karena, melawan hoaks itu sama artinya dengan melindungi diri dari kebohongan yang bisa merusak kepercayaan kita terhadap institusi keuangan. Selalu cek sumber sebelum bertindak! 💡